-->

Cara Menghitung Harga Pokok Produk, Tenaga Kerja Langsung, dan Biaya Overhead

Ikuti Panduan ini untuk Menentukan HPP usaha rumahan/UMKM/perusahaan dengan perhitungan biaya produksi yang akurat.

Apakah anda sedang kebingungan menentukan harga jual produk yang sedang anda buat karena tidak tahu Cara Menghitung Harga Pokok Produk?

Menjawab permasalahan ini kami hadirkan bahasan mengenai berbagai perhitungan tentang beberapa hal yang berkaitan dengan HPP ini.

Sehingga setelah selesai membaca artikel ini anda tidak akan kesulitan lagi dalam menentukan harga jual produk yang anda hasilkan.

Kita mulai.


Cara Menghitung Harga Pokok Produk, Tenaga Kerja Langsung, dan Biaya Overhead

Dalam mengelola bisnis, menghitung biaya produksi menjadi langkah penting dalam menentukan harga jual yang tepat dan mengelola keuntungan. 

Salah satu aspek krusial dalam perhitungan biaya produksi adalah menghitung Harga Pokok Produk (HPP), biaya tenaga kerja langsung (BTKL), dan biaya overhead. 

Dalam artikel ini, kami akan memberikan panduan langkah-demi-langkah tentang bagaimana Anda dapat menghitung komponen-komponen tersebut secara akurat.


Ilustrasi akunting


Cara Menghitung Harga Pokok Produk (HPP)

Harga Pokok Produk (HPP) merupakan jumlah biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi satu unit produk tertentu. HPP terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik langsung. Berikut langkah-langkah untuk menghitung HPP:

  1. Biaya Bahan Baku: Jumlahkan semua biaya yang terkait dengan bahan baku yang digunakan dalam proses produksi.
  2. Biaya Tenaga Kerja Langsung: Jumlahkan biaya gaji dan upah pekerja yang langsung terlibat dalam produksi.
  3. Biaya Overhead Pabrik Langsung: Jumlahkan biaya-biaya yang berkaitan dengan operasi pabrik dan produksi, tetapi tidak dapat diatribusikan langsung ke produk tertentu.
  4. Total HPP: Jumlahkan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik langsung untuk mendapatkan HPP.


Menghitung Biaya Tenaga Kerja Langsung (BTKL)

Biaya tenaga kerja langsung (BTKL) mencakup kompensasi yang dibayarkan kepada pekerja yang secara langsung terlibat dalam produksi. Langkah-langkah untuk menghitung BTKL:

  1. Gaji dan Upah: Jumlahkan gaji dan upah pekerja produksi.
  2. Tunjangan Pekerja: Hitung tunjangan atau insentif khusus yang diberikan kepada pekerja produksi.
  3. Biaya Tambahan: Termasuk biaya asuransi kesehatan, tunjangan pensiun, dan biaya lainnya yang berkaitan langsung dengan tenaga kerja.


Menghitung Biaya Overhead

Biaya overhead adalah biaya-biaya yang terkait dengan operasi keseluruhan perusahaan dan tidak secara langsung terkait dengan produksi spesifik. Ini termasuk biaya administratif, biaya pemasaran, biaya fasilitas, dan lain-lain. Langkah-langkah untuk menghitung biaya overhead:

  1. Identifikasi Biaya Overhead: Buat daftar semua biaya yang termasuk dalam kategori overhead, seperti biaya administratif, biaya pemasaran, dan biaya fasilitas.
  2. Alokasi Biaya: Jika memungkinkan, alokasikan biaya overhead ke departemen atau divisi yang relevan.
  3. Total Biaya Overhead: Jumlahkan semua biaya overhead untuk mendapatkan total biaya overhead.


Contoh Kasus Menghitung Harga Pokok Produk (HPP)

Perusahaan

Berikut adalah contoh kasus yang menggambarkan bagaimana menghitung Harga Pokok Produk (HPP) dan Harga Jual berdasarkan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead, dan persentase keuntungan yang diinginkan.

Kasus: Produksi Barang A

Biaya Bahan Baku:

  • Bahan A: Rp 500.000
  • Bahan B: Rp 300.000

Biaya Tenaga Kerja Langsung:

  • Gaji Pekerja 1: Rp 2.000.000
  • Gaji Pekerja 2: Rp 1.800.000

Biaya Overhead Pabrik Langsung:

  • Biaya Listrik: Rp 500.000
  • Biaya Depresiasi Mesin: Rp 700.000

Persentase Keuntungan yang Diinginkan:

  • 20%


Langkah-langkah Perhitungan:

1. Biaya Bahan Baku Total:

   Biaya Bahan + Biaya Bahan = 500.000 + 300.000 = Rp 800.000 

2. Biaya Tenaga Kerja Langsung Total:

   Gaji Pekerja 1 + Gaji Pekerja = 2.000.000 + 1.800.000 = Rp 3.800.000 

3. Biaya Overhead Pabrik Langsung Total:

   Biaya Listrik + Biaya Depresiasi Mesin = 500.000 + 700.000 = Rp 1.200.000

4. Total HPP:

   Biaya Bahan Baku Total + Biaya Tenaga Kerja Langsung Total + Biaya Overhead Pabrik Langsung Total = 800.000 + 3.800.000 + 1.200.000 = Rp 5.800.000 

5. Keuntungan yang Diinginkan:

   Persentase Keuntungan x Total HPP = 0.20 x 5.800.000 = Rp 1.160.000

6. Harga Jual:

   Total HPP + Keuntungan yang Diinginkan = 5.800.000 + 1.160.000 = Rp 6.960.000

Dengan demikian, untuk menghasilkan keuntungan sebesar 20%, Harga Jual dari Barang A adalah Rp 6.960.000.

Perlu diingat bahwa ini hanya merupakan contoh kasus sederhana. Dalam situasi nyata, perhitungan biaya dan HPP dapat lebih kompleks, melibatkan lebih banyak variabel, dan mempertimbangkan berbagai faktor seperti perubahan harga bahan baku, fluktuasi tenaga kerja, dan biaya overhead yang lebih luas.


Usaha Rumahan / UMKM

Berikut adalah contoh kasus bagaimana cara menentukan Harga Pokok Produk (HPP) pada usaha rumahan, khususnya dalam hal pembuatan kue:

Kasus: Usaha Pembuatan Kue Rumahan

Anda adalah seorang pengusaha rumahan yang membuat dan menjual kue. Anda ingin menentukan HPP untuk setiap jenis kue yang Anda produksi agar dapat menghitung harga jual yang sesuai dengan biaya produksi dan mendapatkan keuntungan yang wajar.

Langkah-langkah:

1. Identifikasi Bahan Baku:

  • Identifikasi bahan-bahan yang digunakan untuk membuat setiap jenis kue, termasuk tepung, gula, telur, mentega, bahan pelengkap seperti cokelat, buah-buahan, dan bahan lainnya.

2. Hitung Biaya Bahan Baku:

  • Catat harga tiap bahan baku yang diperlukan untuk setiap jenis kue.
  • Jumlahkan total biaya bahan baku untuk setiap jenis kue.

3. Hitung Biaya Energi dan Utilitas:

  • Jika Anda menggunakan oven atau peralatan lain yang memerlukan energi, hitung perkiraan biaya listrik atau gas yang digunakan saat produksi.
  • Jika menggunakan air atau utilitas lain, perkirakan biaya juga.

4. Hitung Biaya Tenaga Kerja Langsung (TKL):

  • Jika Anda atau orang lain terlibat langsung dalam produksi kue, hitung total jam kerja dan gaji per jam.
  • Kalikan total jam kerja dengan gaji per jam untuk mendapatkan biaya TKL.

5. Hitung Biaya Overhead:

  • Hitung biaya overhead, seperti biaya penyewaan tempat, peralatan, bahan baku yang tidak langsung terkait dengan produk, biaya pemasaran, dan lain-lain.

6. Hitung Total Biaya Produksi:

  • Jumlahkan semua biaya bahan baku, biaya energi/utilitas, biaya TKL, dan biaya overhead. Ini akan menghasilkan total biaya produksi.

7. Hitung Jumlah Produk yang Dihasilkan:

  • Tentukan berapa banyak kue yang Anda hasilkan dalam satu kali produksi.

8. Hitung HPP per Unit:

  • Bagi total biaya produksi dengan jumlah produk yang dihasilkan. Ini akan memberi Anda HPP per unit produk.

9. Tentukan Margin Keuntungan:

  • Tentukan persentase margin keuntungan yang ingin Anda peroleh dari setiap penjualan. Misalnya, 30%.

10. Hitung Harga Jual:

  • Tambahkan margin keuntungan yang telah ditentukan pada HPP per unit untuk mendapatkan harga jual per unit.

11. Uji Harga Jual:

  • Bandingkan harga jual yang telah dihitung dengan harga pasar dan kompetitor.
  • Pastikan harga jual masih kompetitif dan sesuai dengan nilai produk Anda.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat menentukan HPP yang akurat untuk setiap jenis kue yang Anda produksi dalam usaha rumahan. 

Ingatlah untuk selalu memperbarui data biaya dan melakukan evaluasi secara berkala untuk memastikan bahwa harga jual dan margin keuntungan tetap sesuai dengan kondisi pasar dan kebutuhan usaha Anda.


Kesimpulan

Menghitung Harga Pokok Produk, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead adalah langkah kunci dalam manajemen biaya dan penetapan harga yang efektif. 

Dengan memahami komponen-komponen ini secara mendalam, bisnis dapat mengambil keputusan yang lebih baik tentang harga jual, keuntungan, dan pengelolaan biaya. 

Pastikan untuk mengumpulkan data yang akurat dan menggunakan metode perhitungan yang sesuai dengan karakteristik bisnis Anda. Dengan demikian, Anda akan dapat mengoptimalkan operasi bisnis dan mengarahkan ke arah pertumbuhan yang lebih baik.

LihatTutupKomentar