-->

Cerita Teknik Mancing Ikan Mas di Danau

Bagaimana cara dan teknik mendapatkan ikan mas dan apa umpan jitu untuk ikan mas di danau ini ikuti kisahnya
Mancing Ikan Mas di Danau. Kisah mengail ikan ini bercerita tentang persaingan mendapatkan ikan di alam liar antara dua sahabat.

Selain itu, ada pula tentang cara membuat umpan ikan mas yang jitu, ampuh dan paten versi kami. Yuk kita mulai.


Cerita dan Teknik Mancing Ikan Mas di Danau.

Selamat bertemu kembali dalam serial Gilaya Pemancing. Kali ini ada kisah tentang mancing ikan mas di alam liar tepatnya pada sebuah danau di Balaraja, Tangerang.

Cerita ini merupakan lanjutan dari kisah mancing ikan Betik. Di bawah nanti ada link tentang artikel tersebut.

Perdebatan.

Cerita tentang hasil mancing Ikan Betik di selokan masih menjadi perdebatan diantara kami. Saya dan Ujat. Tentang siapa pemancing terhebat di dunia ini. Dia atau saya.

Ujat bilang saya pecundang, begitupun sebaliknya. Kami tetap tidak mau saling mengalah. Merasa paling unggul.

Memang asyik kalau bersaing dengan teman. Saling menjatuhkan tapi tetap bersatu. Tidak ada pertengkaran.

Kini kami berencana mancing di danau dekat tempat kerja. Setelah selokan atau kali di pinggir jalan toll tidak menjanjikan lagi.

Mancing ikan mas di danau

Tak ada ikan yang membuat kami penasaran untuk mancing di sana. Tidak ada ikan Betik, Lele, Mujaer ataupun ikan Nila. Nihil semua.

Danau ini sedikit misterius. Dikasih umpan cacing tidak mau. Saya lihat orang memakai umpan pelet buatan juga tetap tidak mau.

Ada sedikit penasaran. Maunya ikan di danau ini apa sih. Padahal tempatnya sangat bagus. Ikan pasti melimpah.

Cara Membuat Umpan Ikan Mas yang Jitu.

Karena beberapa kali saya mancing menggunakan cacing tidak menghasilkan sesuatu. Akhirnya terlintas untuk meracik ramuan umpan buatan.

Mau pakai kue dari warung, rasa-rasanya kurang percaya. Takut mudah copot. Kan mubazir kalau sekali lempar copot. Mau mancing apa mau ngasih makan ikan.

Setelah mikir berapa lama akhirnya dapat ide. Saya pikir mesti menggunakan mie instan sebagai umpan.

Pertimbangannya, mie tidak akan mudah lepas kalau dilempar. Lihat saja mie rebus, mienya masih utuh walau terkena air.


Kemudian sayapun membeli mie instan ini. Namun dirasa ada yang masih kurang. Yaitu aroma pemikat. Masa polosan, pikir saya.

Memang nasib lagi baik. Waktu menimbang-nimbang apa yang harus dipakai untuk campuran mie ini. Eh lihat tetangga lagi memberi bumbu ayam di cobekan.

Spontan ide mengalir. Ini dia campurannya. Air bumbu bekas rendaman. Pasti amis, pikir saya.

Kamipun meminta air bumbu itu dan sekalian mengulek mie di cobek milik tetangga. Setelah adonan umpan dirasa liket atau kenyal baru kami berhenti.

Kini umpan untuk mancing sudah siap sedia. Saatnya bertempur.

Setelan pancing saya normal. Ada timah, joran, pelampung dan reel. Sedang si Ujat hanya memakai senar saja. Sebetulnya kurang imbang.

Terpaksa, saat itu saya belum gila mancing. Jadi peralatanpun seadanya. Boro-boro ada dua pancing.

Timah, kail dan umbul-umbul pun tidak ada cadangannya. Kalau misalnya putus, sudah pasti kelar urusan mancingnya.

Saatnya Mancing.

Sore hari kami berdua sudah nongkrong di pinggir danau. Sengaja mengambil waktu ini, menghindari terik matahari.

Tak ada pohon yang berada persis di pinggir air. Kami mengambil spot dekat tanaman yang merambat di air.

Sebetulnya saya sedikit pesimis bakal mendapatkan ikan di sini. Karena yang sudah-sudah, pemancing selalu gagal mendapatkan ikan.

Di pikiran saya saat itu, yang penting mancing. Sambil menikmati waktu senja di Balaraja.

Umpan Ikan Masnya Memang Paten.

Ternyata eh ternyata umpan kami ini ternyata paten, mantap, maknyus dan jitu. Pancingan si Ujat mendapatkan sambaran ikan.

Pas diangkat yang nyangkut di ujung kail adalah ikan Mas. Sedikit tidak percaya, namun kenyataan, hal ini membuat saya menjadi semangat.

Karena keberhasilan mendapatkan ikan. Maka bisa ditebak oleh saya, akhirnya keluar kata "pecundang" dari mulut si Ujat. Tanda meledek.

Saya mulai merasa panas. Takut kalah. Untungnya tak lama kemudian giliran pancingan saya yang kena gigitan ikan Mas dan berhasil mendarat.

Tak mau kalah, kata pecundang pun keluar dari mulut saya. Ribut kita.

Beberapa kali kami mengangkat ikan Mas ini. Menambah keseruan persaingan di antara kami.

Trik Jahat dan Kerasukan Setan.

Terkadang ada trik jahat yang dilakukan si Ujat waktu pancingan saya ditarik ikan dengan melempar tanah keras. Maksudnya agar ikan kabur.

Walau cara itu kadang tidak berhasil. Ikan masih masih mau menelan umpan. Dan saya hanya tertawa melihat trik jahat si Ujat ini. Hidup itu memang harus rukun.

Sepertinya kami kerasukan setan. Tiba waktu Maghrib, bukannya pulang, eh kami malah masih terus mancing.

Karena si ikan Mas ternyata masih siap sedia untuk dibawa pulang. Untungnya kami tidak diculik kolong wewe, masih main di luar, padahal hari sudah gelap.

Ketika ikan sudah berhenti makan, saat itu pula kami berhenti mancing. Hasil akhir untuk kemenangan si Ujat. Dan gelar pecundangpun disematkan kepada saya.

Walaupun saya menolak dengan mengatakan "itu hanya keberuntungan saja". Boleh kalah nasi, tapi jangan sampai kalah aksi.

Rahasia Mancing Ikan Mas.

Kenapa si Ujat bisa dapat lebih banyak? Karena setelan pancing dia hanya senar dan kail saja.

Hal ini membuat sentakan kecil ikan Mas akan lebih terasa di tangan dan makhluk itupun tidak merasa berat untuk menarik umpan. Inilah yang menjadi rahasianya.

Jadi, kalau pembaca ingin mendapatkan ikan ini cobalah tips yang kami lakukan tersebut.

Tidak pakai timah pancingnya serta memakai umpan mie dicampur dengan air bekas hanyiran alias berbau anyir. Semisal bekas bumbu Ayam, bumbu daging Sapi atau bumbu ikan.

Baca juga: Kisah Mancing Ikan Betik

Demikian Cerita dan teknik mancing ikan Mas di danau ini. Semoga bisa bermanfaat untuk menambah ilmu pengetahuan memancing pembaca. Juga dapat menghibur. Salam hangat.
LihatTutupKomentar